Senin, Juni 24

Pada suatu ketika ...

... semuanya akan kembali pada titik awal.

Lelah nggak sih dengan proses kehidupan ini? Gue merasa hidup ini jadi nggak ada habisnya. Kadang, belum sampai di puncak, kita sudah terhempas jatuh ke dasar. Lalu, kita diharuskan melalui semuanya dari awal lagi.

Pertemanan,
persahabatan,
percintaan,
bahkan kekeluargaan
bisa hilang karena perpisahan.

Gue benci sebuah perpisahan karena dengan begitu, gue harus memulainya dari awal lagi. 

Minggu, Juni 23

[Resensi Novel] Montase by Windry Ramadhina


Judul: Montase (kau di antara seribu sakura)
Penulis: Windry Ramadhina
Editor: Ayuning & Gita Romadhona
Proofreader: Christian Simamora
Penata letak: Dian Novitasari
Desain sampul: Jeffri Fernando
Penerbit: GagasMedia
Beli di TMBookStore, Detos
Harga 49k (disc 10%)


Cover Belakang
Aku berharap tak pernah bertemu denganmu.

Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.

Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.
Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu.
Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku.

Tapi...,
kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa.
Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh mencintai...
dan dicintai sosok seindah sakura seperti dirimu.

[Resensi Novel] Cheeky Romance by Kim Eun Jeong


Judul: Cheeky Romance
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penyunting: NyiBlo
Layout: Dedy Andrianto
Penerbit: Haru Publisher
Cetakan Pertama: Oktober 2012
Cetakan Kedua: November 2012
ISBN: 978-602-7742-02-4
Harga: 65k di TMBookStore, Detos (disc 10%)

Cover Belakang

Wanita yang tingkahnya tidak terduga, “si ibu hamil nasional”, vs laki-laki yang selalu dianggap sempurna,“si dokter nasional”. 
Aku adalah seorang reporter. Saat aku sedang bekerja, di tengah syuting, muncul seorang dokter kandungan yang marah-marah seperti orang gila dan menuduhku sebagai ibu hamil. Celakanya, acara itu sedang ditayangkan ke seluruh penjuru negeri. Akibatnya, aku dikenal sebagai “ibu hamil nasional”, bahkan sampai punya pahlawan pelindung segala.
Mendengar seseorang ingin menghapus anaknya, rasanya aku ingin segera menuntut perempuan itu. Suatu hari, aku bertemu lagi dengan perempuan bodoh itu. Berani-beraninya seorang ibu hamil minum alkohol di hadapanku, si dokter kandungan? Sampai makan kacang merah dan ikan fugu yang berbahaya bagi janin? Perempuan ini benar-benar kelewatan.

Sabtu, Juni 22

[Resensi Novel] Take a Bow by Elizabeth Eulberg


Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Mery Riansyah
Penyunting: Dila Maretihaq Sari
Cover: Fahmi Ilmansyah
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 978-602-9397-42-0
Cetakan pertama, September 2012
Tebal Buku: 315 halaman
Harga: 49k di TMBookStore, Detos (disc 11%)


Cover Belakang
Aku sayang sama kamu, seperti aku menyayangi dia.
Kenapa kalian nggak pernah bisa akur saja?
Selalu saja bertengkar, saling menuduh, keras kepala.
Sama-sama melindungiku, sama-sama menginginkanku selalu ada.
Aku bingung mana di antara kalian yang benar-benar harus kupercaya.
Kalian berdua sangat berarti buatku.
Kalian tidak untuk dipilih.
Izinkan aku tetap bisa bersama kamu dan kamu, selamanya ….

Jumat, Juni 21

[Resensi Novel] Fly to the Sky by Nina Ardianti, Moemoe Rizal

Judul: Fly to the Sky
Penulis: Nina Ardianti dan Moemoe Rizal
Editor: eNHa
Proofreader: Christian Simamora
Desain Sampul: Dwi Annisa Anindhika
Penerbit: GagasMedia
Cetakan Pertama: 2012
Tebal Buku: 356 halaman
ISBN: 979-780-555-7
Harga: 53k di TMBookStore, Detos (disc 10%)


Sampul Belakang

Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agendaku. Begitu pula mungkin denganmu, tak tebersit namaku dalam hari-harimu, dulu. Tetapi, siapa yang menyangka, ujung benang merah milikku ternyata tersangkut di kelingkingmu.
Saat pertama kali bertemumu, tak ada yang asing. Kau seperti dikirimkan dari masa lalu, seperti seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal, rinai tawamu kusimpan, dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam, aku membisikkan harap, kapan kita berjumpa lagi? 
Bukankah sudah diikat-Nya ujung benang merahmu di kelingkingku? Jadi, aku percaya kau akan menemukanku. Menggenapkan rindu yang separuh.

Sabtu, Juni 15

[Resensi Novel] Memori Karya Windry Ramadhina


Judul: Memori Tentang Cinta yang Tak Lagi Sama
Penulis: Windry Ramadhina
Editor: eNHa
Desain sampul: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-562-x
Cetakan pertama, 2012
Tebal Buku: 301 halaman
Harga: 45k (disc 10%)
di TMBookStore, Detos

Sampul Belakang
Cinta itu egois, sayangku. Dia tak akan mau berbagi. 
Dan seringnya, cinta bisa berubah jadi sesuatu yang jahat. Menyuruhmu berdusta, berkhianat, melepas hal terbaik dalam hidupmu. Kau tidak tahu sebesar apa taruhan yang sedang kau pasang atas nama cinta. Kau tidak tahu kebahagiaan siapa saja yang sedang berada di ujung tanduk saat ini. 
Kau buta dan tuli karena cinta. Kau pikir kau bisa dibuatnya bahagia selamanya. Harusnya kau ingat, tak pernah ada yang abadi di dunia—cinta juga tidak. Sebelum kau berhasil mencegah, semua yang kau miliki terlepas dari genggaman. 
Kau pun terpuruk sendiri, menangisi cinta yang akhirnya memutuskan pergi.


Kamis, Juni 13

Menulis Resensi Mode: On

http://blogbukuindonesia.com/
Setelah jiwa saya sedang Beli Novel Mode: On, kali ini, jiwa saya sedang Menulis Resensi Mode: On. Yeah! Oke, bilang saya aneh... tapi inilah yang terjadi. Setelah keranjingan Goodreads yang membuat semangat membeli buku saya menggebu-gebu, sekarang saya sangat berantusias mem-posting resensi buku yang telah saya baca/beli, beberapa ada yang baru saya beli tahun ini, beberapa mungkin buku bagus wajib resensi yang sudah saya baca tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya sih posting-an tersebut tidak jauh berbeda dengan review yang telah saya tulis di Goodreads, hanya ada beberapa paragraf tambahan dan foto-foto yang menghiasi resensi yang saya tulis di blog saya ini...

Lalu, apa masalahnya? Bukankah hal itu wajar? Ya sangat wajar, tapi itu jauh sebelum saya mengenal dunia Goodreads. Mengapa? Karena dari Goodreads saya mengenal adanya blog buku. Blog buku berisi informasi yang berhubungan dengan buku-buku yang dibaca/dibeli/dinginkan oleh penulis blog. Jadi, sebenarnya, resensi buku tidak diposting sembarangan pada blog pribadi, banyak orang yang mempunyai blog khusus yang disebut dengan blog buku untuk mem-posting resensi tulisan mereka, misalnya blog teman saya, Rahmatika dengan EdensorDreamer atau blog buku yang beberapa hari ini saya ikuti yaitu Dunia Buku dan Kubikel Romance. Bisa juga dilihat Daftar Blog Buku pada Group Goodreads Indonesia. Bahkan mereka punya komunitas yaitu Blog Buku Indonesia. Setiap membernya berhak menaruh logo seperti pada gambar di atas di blog mereka.

Rabu, Juni 12

[Resensi Novel] Eclair by Prisca Primasari

Judul: Eclair Pagi Terakhir di Rusia
Penulis: Prisca Primasari
Editor: Kinanti Atmarandy
Proofreader: Christian Simamora, Resita Wahyu Febiratri
Desain Sampul: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagas Media
Cetakan Pertama: 2011
ISBN: 979-780-472-0
Harga: 36k di TMBookStore, Detos (disc 10%)


Sampul Belakang
Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon-berbagi eclair, ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh-selamanya. 
Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan. 
Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat-kuat karena air mata yang menderas. "Aku masih di sini," bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar-benar tiada?

Selasa, Juni 11

[Resensi Novel] Refrain by Winna Efendi

Judul: Refrain Saat Cinta Selalu Pulang
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 9797803627
Cetakan pertama: September 2009
Tebal Buku: 318 halaman
Harga: 46k
Beli di TMBookStore (disc 10%)


Sampul Belakang
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya. 
** 
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka. 
Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai, 
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri

Senin, Juni 10

[Resensi Novel] Bidadari Bidadari Surga by Tere Liye

Judul: Bidadari Bidadari Surga
Penulis Tere Liye
Desain Cover: Eja-creative I 4
Cetakan Pertama: Juni 2008
Cetakan Ketiga Belas: Februari 2013
ISBN: 978-979-1102-26-1
Tebal Buku: 365 halaman
Beli di TMBookStore, Detos
Harga: 47.500 (disc 10%)


Cover Belakang
Bidadari-Bidadari Surga bercerita tentang pengorbanan seorang kakak (Laisa) untuk adik-adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta) di Lembah Lahambay agar adik-adiknya dapat melanjutkan pendidikan mereka, meski ia harus bekerja di terik matahari setiap hari, mengolah gula aren setiap jam 4 pagi serta dimalam hari menganyam rotan, meski pada dasarnya keempat adik-adiknya tersebut berasal dari darah yang berbeda dengan dirinya. 
Satu sisi Laisa digambarkan sebagai kakak yang galak dan tegas, mengejar-ngejar adiknya yang bolos sekolah dengan rotan dan ranting kayu. Di sisi lain, kontradiktif dengan fisiknya yang gempal, gendut, berkulit hitam, wajah yang tidak proporsional ditambah dengan rambut gimbal serta ukuran tubuhnya yang tidak normal, lebih pendek, Laisa sesungguhnya tipe kakak yang mendukung adik-adiknya, rela mengorbankan diri untuk keselamatan ‘dua anak nakal’ Ikanuri dan Wibisana dari siluman Gunung Kendeng, serta mati-matian mencari obat bagi kesembuhan adiknya Yashinta yang diserang demam panas hingga kejang pada suatu malam.

Sabtu, Juni 8

[Resensi Novel] Sunshine Becomes You by Ilana Tan


Judul: Sushine Becomes You
Penulis: Ilana Tan
Ilustrasi dan desain cover: Yustisea Satyalim
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku: 432 halaman
Cetakan Pertama: Januari 2012
Cetakan Keenam: November 2012
ISBN: 978-979-22-7815-2
Harga: 65k
Beli di Gramedia

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.” 

Sampul Belakang
Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.  
Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya. 
Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

Selasa, Juni 4

[Resensi Novel] Dwilogi: Love, Hate (Curse) & Hocus-Pocus by Karla M. Nashar


Dwilogi yang ditulis oleh Karla M. Nashar ini berhasil menarik perhatian saya, bahkan sebelum saya mengecek rating dan review-nya di Goodreads. Entahlah... saya tertarik ketika melihat boxset dari dwilogi tersebut dipajang di toko buku yang saya datangi saat itu. Apalagi ketika melihat sinopsisnya. Beruntung juga saya baru berniat membacanya sekarang karena ternyata buku yang kedua diterbitkan setelah lima tahun buku pertama diterbitkan. he-he

Tapi, saya membelinya secara terpisah karena buku pertama lebih murah di TM Bookstore, Depok Town Square, sedangkan buku kedua saya beli di Gramedia, Depok karena sedang diskon. ha-ha

Ternyata, setelah mengeceknya di goodreads, keduanya mendapat rating tiga bintang lebih, hampir empat bintang. Ketika mengetahuinya, saya pun senang karena feeling saya benar. :D

Di bawah ini, saya akan mengulas kedua buku tersebut.

Jumat, Mei 31

Beli Novel Mode: On

Yeah... sesuai dengan judulnya... Saat ini, jiwa saya "beli novel move: on". Maksudnya? Saya sedang bersemangat membeli novel. Tiap bulannya bisa sampai lima novel. Hal ini baru berjalan sejak Maret 2013. Baru banget. Soalnya sebelumnya, saya tidak pernah membeli novel dengan sangat niat.

sumber foto: di sini
Entahlah... Selama hidup saya, hobi saya adalah membaca. Catet ya: Membaca! (read: bukan membeli buku). Jadi, sejak kecil memang saya sudah sangat suka membaca. Jika tidak membaca, saya tidak akan bisa tidur. Hal itu sudah berjalan sejak saya SD. Namun, jeleknya adalah saya tidak pernah rela mengeluarkan uang untuk membeli buku bacaan atau novel.

Saya hanya membaca buku yang ada di perpustakaan SMP, SMA, bahkan kuliah. Lumayan gratisan. he-he Terlebih teman-teman saya juga ada yang mempunyai hobi membaca dan tentunya membeli, jadi dengan hanya modal meminjam, hobi saya tetap terpuaskan. :))

Senin, April 15

[ProsaLagu] Cinta Begini

sumber foto: di sini
Mengapa?

Sebuah kata tanya yang selalu mengawali pertanyaanku jika mengingat hubungan kita. 
Mengapa tidak sejak dulu kita dipertemukan?
Mengapa kita dipertemukan jika akhirnya berpisah? 
Mengapa berpisah, padahal hati kita menyatu? 
Mengapa hati kita menyatu tidak sejak dulu? 

Pertanyaan tersebut terus berulang bagai sebuah lingkaran yang tak berujung.

Kau dengan ponsel di telingamu sedang berbicara dengan seseorang yang sepertinya membuatmu kesal. Meski begitu, aku terkesima dengan cara bicaramu. Kau memang marah kepada seseorang itu, sedikit bernada tinggi, tetapi tatapan matamu lembut, jelas terlihat bahwa orang itu sangat berarti untukmu.

Sabtu, April 13

[Resensi Novel] Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa by Prisca Primasari


Judul : Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa
Penulis : Prisca Primasari
Editor: eNHa
Proofreader: Gita Romadhona
Penerbit : GagasMedia
Cover: Dwi Annisa Anindhika
Tebal Buku: 291 halaman
Cetakan Pertama : 2012
Harga: 45k di TMBookStore, Detos (Disc 10%)

Ketika melihat judul novel ini, saya membayangkan sebuah cerita dari negeri dongeng, terlebih lagi warna sampul buku dengan biru muda yang terkesan lembut. Pada sampul terdapat gambar bunga, salju, dan istana. Hal tersebut membuat saya membayangkan cerita dongeng seperti Cinderella.

Setelah membacanya, ternyata memang ada unsur dongengnya, yaitu kisah Snegurocha, seorang gadis salju yang tahan hanya pada musim dingin. Seorang gadis yang membiarkan dirinya meleleh karena mencintai manusia. 

Rabu, April 3

[Resensi Buku] Catatan Perjalanan Windy Ariestanty: Life Traveler


Judul: Life Traveler Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan
Penulis: Windy Ariestanty
Editor: Alit T. Palupi
Proofreader: Resita Wahyu Febiratri
Cover: Jeffri Fernando
Penerbit: GagasMedia
Cetakan Pertama: 2011
Cetakan Keempat: 2012
381 halaman
Harga: 63k di TM BookStore, Detos (disc 10%)


"Haah... Akhirnya selesai juga!" 

Begitulah kira-kira yang saya desahkan, tentunya didahului dengan helaan napas lega. Ya. Saya lega. Pada akhirnya, saya bisa menyelesaikan narasi perjalanan yang disusun oleh Windy Ariestanty dalam buku Life Traveler ini. Tidak seperti membaca fiksi, untuk menyelesaikan buku ini, saya lambat sekali dalam mengolah kata demi kata yang terangkai di dalamnya. Karena memang, ini bukan genre buku yang saya sukai. 

Rabu, Maret 27

Pengimbuhan: Imbuhan me- + KTSP

Sebelumnya, silakan jawab beberapa pertanyaan ini. Tentukan penulisan imbuhan me- yang tepat di antara kedua kata berikut!

sumber foto: di sini
1. mengkontrak atau mengontrak
2. mensejahterakan atau menyejahterakan
3. mempaku atau memaku
4. mentraktir atau menraktir
5. mengkonsolidasi atau mengonsolidasi
6. mempengaruhi atau memengaruhi
7. mempercayai atau memercayai
8. memperhatikan atau memerhatikan
9. mempertinggi atau memertinggi
10. mempunyai atau memunyai

Selasa, Maret 26

Jelang Senja dan Fajar

Tahun 2002
Senja melirik beberapa kali ke arah Jelang yang berada di sebelahnya. Dia tak sabar ingin menanyakan sesuatu kepada Jelang. Namun, beberapa kali juga ia urungkan niatnya itu.

Jelang adalah perantara Senja dengan pacarnya. Senja dan pacarnya memang berpacaran hanya melalui surat, tak lebih. Mereka sama sekali belum pernah jalan berdampingan seperti pasangan lainnya. Meskipun begitu, mereka sudah berpacaran cukup lama, sekitar satu tahun. Selama satu tahun berpacaran, Senja dan pacarnya sangat jarang berkomunikasi langsung. Hal ini disebabkan pacar Senja seorang yang pendiam. Lagipula, mereka masih duduk di kelas 3 SMP sehingga merupakan hal wajar jika gaya berpacaran mereka seperti itu.

Minggu, Maret 24

Transportasi Jakarta -- Semarang dan sebaliknya.

Dulu sih jarang banget bepergian ke luar kota, tetapi semenjak pernah LDR-an Jakarta-Semarang, jadilah beberapa kali ngerasain perjalanan seorang diri JKT-SMG dan SMG-JKT.

Pertama kali ke Semarang seorang diri itu naik kereta api Senja Utama Semarang: lebih aman, bebas macet, dan jarak penjemputan di Stasiun Tawang lebih dekat dari pusat kota SMG. Stasiun Jatinegara sebagai stasiun keberangkatan pun tidak begitu jauh dari rumah saya.

Tapi mulai beberapa tahun lalu, PT KAI membuat peraturan baru yang menyatakan bahwa Kereta Api Jarak Jauh sudah tidak bisa berangkat dari Stasiun Jatinegara lagi. Kereta api tersebut hanya bisa berangkat dari stasiun besar, St. Gambir/Senen. Saya pun sempat kecewa dengan keputusan itu karena jarak St. Gambir/Senen terlalu jauh dari rumah saya yang terletak di pinggiran Jakarta Timur.

Jumat, Maret 22

Terima Kasih Para Siswa di Rumah Gemilang Indonesia (RGI)

Saya ingin menceritakan pengalaman mengajar Pedalaman Materi Bahasa Indonesia di Rumah Gemilang Indonesia dalam program Al-Azhar Peduli Umat (APU). Letaknya lumayan jauh, arah Parung, tepatnya Jalan Pengasinan Raya, Sawangan, Depok. Kalau dari rumah saya di pinggiran Jakarta Timur sih, waktu tempuhnya sekitar satu jam. Itupun jika jalanan dan cuaca sedang bersahabat.

Program ini semacam pemberian beasiswa pendidikan siswa SMA/SMK di sekitar Bogor dan Depok. Namun, pihak APU tidak melepas para penerima beasiswa begitu saja. Para siswa wajib datang sebulan sekali pada pertemuan yang sudah ditetapkan. Pertemuan tersebut diisi dengan berbagai acara, salah satunya adalah pemberian PM pelajaran yang di-UN-kan. Karena saya pengajar Bahasa Indonesia, saya pun berkesempatan mengisi PM Bahasa Indonesia.

Kamis, Maret 21

Surat untuk Sahabat


Dear Sahabat,

Seorang sahabatku terluka. Terlihat jelas bahwa ia sedang terpuruk. Ingin segera menghampiri dan memeluknya. Tapi aku yakin, dia tak kan mau kuperlakukan seperti itu. Bahkan, menangis di hadapanku saja hanya sekali (itupun dengan pancingan yang berkekuatan ekstra). Karena memang pada dasarnya, dia wanita yang tegar dan mandiri. Jarang sekali dia menunjukkan sisi lemahnya pada orang lain, bahkan pada sahabatnya sendiri.

Sedikit tentang dirinya, menurutku, dia wanita yang hebat. Dia telah menebarkan energi positif untuk sekitarnya. Tanpa dia sadari, dia telah mengajariku keteguhan hati, mengajariku untuk selalu ceria, selalu tersenyum, dan selalu bersemangat.

Rabu, Maret 20

Kisi-Kisi UN SMA/SMK/SMP: Sudut Pandang Penceritaan

Sudut pandang penceritaan adalah cara pengarang menempatkan dirinya dalam bercerita. Sudut pandang penceritaan terbagi menjadi tiga.

Sudut Pandang Orang Pertama
Pengarang menggunakan tokoh aku/saya/gue untuk menceritakan kejadian yang digambarkan pada narasi. Bahkan untuk penyebutan tokoh jamak, pengarang juga menggunakan kata ganti kami.

Contoh:

Dia tersenyum dan menatap dengan penuh harap. “Bagaimana? Kamu mau kan membantuku?” tanyanya. Sesaat aku terdiam. 


Kisi-Kisi UN SMA/SMK: Naskah Melayu Klasik

Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan dari sifat-sifat itu.

Sesuai dengan pengertian dari KBBI tersebut, hikayat merupakan karya sastra lama. Sastra lama masih menggunakan bahasa Melayu yang mungkin sulit untuk dimengerti karena struktur bahasa dan penggunaan kata yang jarang kita dengar sehari-hari.

Untuk mengerjakan soal tentang karya sastra Melayu Klasik ini tentunya dengan cara memahami jalan cerita sesuai kutipan yang ada. Bagaimana cara memahaminya? Tentunya dengan mengetahui karakteristiknya terlebih dahulu.

Kisi-Kisi UN SMA/SMK: Perbedaan Opini Penulis dan Kalimat Opini

Apakah opini penulis berbeda dengan kalimat opini? Atau sama? Sebenarnya, kedua hal tersebut berbeda, tetapi para siswa cenderung menyangka keduanya sama. Karena kesalahan presepsi itulah, sering terjadi kesalahan dalam menjawab.


Pengertian Opini:
Dalam KBBI, opini adalah pendapat; pikiran; pendirian. Dengan demikian, sebuah opini belum terbukti kebenarannya.


Pengertian Kalimat Opini:
Kalimat opini adalah sebuah kalimat pendapat yang di dalamnya terdapat pernyataan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.


Pengertian Opini Penulis:
Opini penulis adalah pendapat penulis. Dalam menulis sebuah wacana/tajuk rencana/paragraf, penulis akan memasukkan beberapa data atau hal-hal yang sedang terjadi saat ini. Setelah menjabarkan permasalahannya, penulis akan menambahkan pendapat pribadinya mengenai topik yang ia bahas tersebut.

Kisi-Kisi UN SMA/SMK/SMP/SD: Kalimat Utama, Gagasan Utama, Ide Pokok, dan Inti Paragraf serta Isi Teks

Soal Ujian Nasional sering memuat pertanyaan tentang gagasan utama/pokok, ide utama/pokok, inti paragraf, dan isi teks. Semua pertanyaan itu bermaksud sama, yaitu para siswa diminta untuk mencari perihal yang dibahas dalam paragraf tersebut. Dapat dibuat pertanyaan, "Tentang apa sih paragraf tersebut?"

Untuk mengetahui jawabannya cukup mudah, yaitu terlebih dahulu menentukan kalimat utama pada paragraf lalu tentukan subjek dan predikatnya. Setelah itu, akan terlihat jelas isi dari paragraf tersebut. Berikut ini adalah penjelasan secara bertahap.

Senin, Maret 11

Masihkah Pelabuhan yang Sama?

(silakan baca cerpen Pelabuhan yang Sama? terlebih dahulu)


Tak tahu harus bersikap bagaimana dengan kenyataan yang sedang dialami sahabatku, Dewa. Seharian ini, dia hanya terdiam, cenderung melamun, sambil menatap secarik undangan pernikahan pada genggaman tangannya.

Sebagai sahabat yang baik, ingin sekali aku menghiburnya. Namun, sebagai sahabat yang baik pula, aku ingin dia jera dan belajar dari kesalahannya sehingga pada akhirnya dia akan menyesal dan berusaha memperbaiki diri untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, aku hanya bisa mendiaminya selama beberapa lama agar dia sadar bahwa semua ini terjadi karena memang kesalahannya.

"Sudahlah... ikhlaskan..." kataku pelan sambil menepuk pundaknya.

Dewa melerai tanganku kemudian menaruh undangan pernikahan itu di atas meja. "Tidak usah berlebihan begitu. Aku baik-baik saja," ucapnya sambil tersenyum. "Lagipula, perempuanku masih banyak. Aku hanya kehilangan satu. Dapat dikatakan, mati satu tumbuh seribu..." lanjutnya dengan wajah sumringah.

Kamis, Januari 31

Pelabuhan yang Sama?


 “Sekarang, siapa lagi yang sedang kamu dekati?” tanyaku dengan nada sinis kepada sahabatku yang sedang senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya. Tanganku kusilangkan di atas dada.
“Seorang wanita,” jawabnya singkat dan masih tetap tersenyum—cenderung tertawa kecil sebenarnya—sambil sibuk membalas pesan di smartphone-nya.
Aku mengerlingkan mata. Tentu saja wanita. Jika seorang pria, kiamat dunia. Langsung kuambil ponsel di tangannya. “Jangan bercanda! Aku serius!” ucapku kemudian.
Mendapat perlakuan seperti itu, dia sama sekali tak marah. Malah tertawa. Sambil mengambil kembali ponsel yang kurebut darinya, dia berkata dengan tenang, “Sudahlah... tak perlu kusebut nama. Dia tidak penting. Kamu 'kan tahu watakku.” Setelah itu, dia kembali sibuk berbalasan pesan dengan wanita yang dia katakan tidak penting itu.