Kamis, Januari 31

Pelabuhan yang Sama?


 “Sekarang, siapa lagi yang sedang kamu dekati?” tanyaku dengan nada sinis kepada sahabatku yang sedang senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya. Tanganku kusilangkan di atas dada.
“Seorang wanita,” jawabnya singkat dan masih tetap tersenyum—cenderung tertawa kecil sebenarnya—sambil sibuk membalas pesan di smartphone-nya.
Aku mengerlingkan mata. Tentu saja wanita. Jika seorang pria, kiamat dunia. Langsung kuambil ponsel di tangannya. “Jangan bercanda! Aku serius!” ucapku kemudian.
Mendapat perlakuan seperti itu, dia sama sekali tak marah. Malah tertawa. Sambil mengambil kembali ponsel yang kurebut darinya, dia berkata dengan tenang, “Sudahlah... tak perlu kusebut nama. Dia tidak penting. Kamu 'kan tahu watakku.” Setelah itu, dia kembali sibuk berbalasan pesan dengan wanita yang dia katakan tidak penting itu.