Rabu, Maret 27

Pengimbuhan: Imbuhan me- + KTSP

Sebelumnya, silakan jawab beberapa pertanyaan ini. Tentukan penulisan imbuhan me- yang tepat di antara kedua kata berikut!

sumber foto: di sini
1. mengkontrak atau mengontrak
2. mensejahterakan atau menyejahterakan
3. mempaku atau memaku
4. mentraktir atau menraktir
5. mengkonsolidasi atau mengonsolidasi
6. mempengaruhi atau memengaruhi
7. mempercayai atau memercayai
8. memperhatikan atau memerhatikan
9. mempertinggi atau memertinggi
10. mempunyai atau memunyai

Selasa, Maret 26

Jelang Senja dan Fajar

Tahun 2002
Senja melirik beberapa kali ke arah Jelang yang berada di sebelahnya. Dia tak sabar ingin menanyakan sesuatu kepada Jelang. Namun, beberapa kali juga ia urungkan niatnya itu.

Jelang adalah perantara Senja dengan pacarnya. Senja dan pacarnya memang berpacaran hanya melalui surat, tak lebih. Mereka sama sekali belum pernah jalan berdampingan seperti pasangan lainnya. Meskipun begitu, mereka sudah berpacaran cukup lama, sekitar satu tahun. Selama satu tahun berpacaran, Senja dan pacarnya sangat jarang berkomunikasi langsung. Hal ini disebabkan pacar Senja seorang yang pendiam. Lagipula, mereka masih duduk di kelas 3 SMP sehingga merupakan hal wajar jika gaya berpacaran mereka seperti itu.

Minggu, Maret 24

Transportasi Jakarta -- Semarang dan sebaliknya.

Dulu sih jarang banget bepergian ke luar kota, tetapi semenjak pernah LDR-an Jakarta-Semarang, jadilah beberapa kali ngerasain perjalanan seorang diri JKT-SMG dan SMG-JKT.

Pertama kali ke Semarang seorang diri itu naik kereta api Senja Utama Semarang: lebih aman, bebas macet, dan jarak penjemputan di Stasiun Tawang lebih dekat dari pusat kota SMG. Stasiun Jatinegara sebagai stasiun keberangkatan pun tidak begitu jauh dari rumah saya.

Tapi mulai beberapa tahun lalu, PT KAI membuat peraturan baru yang menyatakan bahwa Kereta Api Jarak Jauh sudah tidak bisa berangkat dari Stasiun Jatinegara lagi. Kereta api tersebut hanya bisa berangkat dari stasiun besar, St. Gambir/Senen. Saya pun sempat kecewa dengan keputusan itu karena jarak St. Gambir/Senen terlalu jauh dari rumah saya yang terletak di pinggiran Jakarta Timur.

Jumat, Maret 22

Terima Kasih Para Siswa di Rumah Gemilang Indonesia (RGI)

Saya ingin menceritakan pengalaman mengajar Pedalaman Materi Bahasa Indonesia di Rumah Gemilang Indonesia dalam program Al-Azhar Peduli Umat (APU). Letaknya lumayan jauh, arah Parung, tepatnya Jalan Pengasinan Raya, Sawangan, Depok. Kalau dari rumah saya di pinggiran Jakarta Timur sih, waktu tempuhnya sekitar satu jam. Itupun jika jalanan dan cuaca sedang bersahabat.

Program ini semacam pemberian beasiswa pendidikan siswa SMA/SMK di sekitar Bogor dan Depok. Namun, pihak APU tidak melepas para penerima beasiswa begitu saja. Para siswa wajib datang sebulan sekali pada pertemuan yang sudah ditetapkan. Pertemuan tersebut diisi dengan berbagai acara, salah satunya adalah pemberian PM pelajaran yang di-UN-kan. Karena saya pengajar Bahasa Indonesia, saya pun berkesempatan mengisi PM Bahasa Indonesia.

Kamis, Maret 21

Surat untuk Sahabat


Dear Sahabat,

Seorang sahabatku terluka. Terlihat jelas bahwa ia sedang terpuruk. Ingin segera menghampiri dan memeluknya. Tapi aku yakin, dia tak kan mau kuperlakukan seperti itu. Bahkan, menangis di hadapanku saja hanya sekali (itupun dengan pancingan yang berkekuatan ekstra). Karena memang pada dasarnya, dia wanita yang tegar dan mandiri. Jarang sekali dia menunjukkan sisi lemahnya pada orang lain, bahkan pada sahabatnya sendiri.

Sedikit tentang dirinya, menurutku, dia wanita yang hebat. Dia telah menebarkan energi positif untuk sekitarnya. Tanpa dia sadari, dia telah mengajariku keteguhan hati, mengajariku untuk selalu ceria, selalu tersenyum, dan selalu bersemangat.

Rabu, Maret 20

Kisi-Kisi UN SMA/SMK/SMP: Sudut Pandang Penceritaan

Sudut pandang penceritaan adalah cara pengarang menempatkan dirinya dalam bercerita. Sudut pandang penceritaan terbagi menjadi tiga.

Sudut Pandang Orang Pertama
Pengarang menggunakan tokoh aku/saya/gue untuk menceritakan kejadian yang digambarkan pada narasi. Bahkan untuk penyebutan tokoh jamak, pengarang juga menggunakan kata ganti kami.

Contoh:

Dia tersenyum dan menatap dengan penuh harap. “Bagaimana? Kamu mau kan membantuku?” tanyanya. Sesaat aku terdiam. 


Kisi-Kisi UN SMA/SMK: Naskah Melayu Klasik

Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan dari sifat-sifat itu.

Sesuai dengan pengertian dari KBBI tersebut, hikayat merupakan karya sastra lama. Sastra lama masih menggunakan bahasa Melayu yang mungkin sulit untuk dimengerti karena struktur bahasa dan penggunaan kata yang jarang kita dengar sehari-hari.

Untuk mengerjakan soal tentang karya sastra Melayu Klasik ini tentunya dengan cara memahami jalan cerita sesuai kutipan yang ada. Bagaimana cara memahaminya? Tentunya dengan mengetahui karakteristiknya terlebih dahulu.

Kisi-Kisi UN SMA/SMK: Perbedaan Opini Penulis dan Kalimat Opini

Apakah opini penulis berbeda dengan kalimat opini? Atau sama? Sebenarnya, kedua hal tersebut berbeda, tetapi para siswa cenderung menyangka keduanya sama. Karena kesalahan presepsi itulah, sering terjadi kesalahan dalam menjawab.


Pengertian Opini:
Dalam KBBI, opini adalah pendapat; pikiran; pendirian. Dengan demikian, sebuah opini belum terbukti kebenarannya.


Pengertian Kalimat Opini:
Kalimat opini adalah sebuah kalimat pendapat yang di dalamnya terdapat pernyataan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.


Pengertian Opini Penulis:
Opini penulis adalah pendapat penulis. Dalam menulis sebuah wacana/tajuk rencana/paragraf, penulis akan memasukkan beberapa data atau hal-hal yang sedang terjadi saat ini. Setelah menjabarkan permasalahannya, penulis akan menambahkan pendapat pribadinya mengenai topik yang ia bahas tersebut.

Kisi-Kisi UN SMA/SMK/SMP/SD: Kalimat Utama, Gagasan Utama, Ide Pokok, dan Inti Paragraf serta Isi Teks

Soal Ujian Nasional sering memuat pertanyaan tentang gagasan utama/pokok, ide utama/pokok, inti paragraf, dan isi teks. Semua pertanyaan itu bermaksud sama, yaitu para siswa diminta untuk mencari perihal yang dibahas dalam paragraf tersebut. Dapat dibuat pertanyaan, "Tentang apa sih paragraf tersebut?"

Untuk mengetahui jawabannya cukup mudah, yaitu terlebih dahulu menentukan kalimat utama pada paragraf lalu tentukan subjek dan predikatnya. Setelah itu, akan terlihat jelas isi dari paragraf tersebut. Berikut ini adalah penjelasan secara bertahap.

Senin, Maret 11

Masihkah Pelabuhan yang Sama?

(silakan baca cerpen Pelabuhan yang Sama? terlebih dahulu)


Tak tahu harus bersikap bagaimana dengan kenyataan yang sedang dialami sahabatku, Dewa. Seharian ini, dia hanya terdiam, cenderung melamun, sambil menatap secarik undangan pernikahan pada genggaman tangannya.

Sebagai sahabat yang baik, ingin sekali aku menghiburnya. Namun, sebagai sahabat yang baik pula, aku ingin dia jera dan belajar dari kesalahannya sehingga pada akhirnya dia akan menyesal dan berusaha memperbaiki diri untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, aku hanya bisa mendiaminya selama beberapa lama agar dia sadar bahwa semua ini terjadi karena memang kesalahannya.

"Sudahlah... ikhlaskan..." kataku pelan sambil menepuk pundaknya.

Dewa melerai tanganku kemudian menaruh undangan pernikahan itu di atas meja. "Tidak usah berlebihan begitu. Aku baik-baik saja," ucapnya sambil tersenyum. "Lagipula, perempuanku masih banyak. Aku hanya kehilangan satu. Dapat dikatakan, mati satu tumbuh seribu..." lanjutnya dengan wajah sumringah.