Rabu, Maret 20

Kisi-Kisi UN SMA/SMK: Perbedaan Opini Penulis dan Kalimat Opini

Apakah opini penulis berbeda dengan kalimat opini? Atau sama? Sebenarnya, kedua hal tersebut berbeda, tetapi para siswa cenderung menyangka keduanya sama. Karena kesalahan presepsi itulah, sering terjadi kesalahan dalam menjawab.


Pengertian Opini:
Dalam KBBI, opini adalah pendapat; pikiran; pendirian. Dengan demikian, sebuah opini belum terbukti kebenarannya.


Pengertian Kalimat Opini:
Kalimat opini adalah sebuah kalimat pendapat yang di dalamnya terdapat pernyataan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.


Pengertian Opini Penulis:
Opini penulis adalah pendapat penulis. Dalam menulis sebuah wacana/tajuk rencana/paragraf, penulis akan memasukkan beberapa data atau hal-hal yang sedang terjadi saat ini. Setelah menjabarkan permasalahannya, penulis akan menambahkan pendapat pribadinya mengenai topik yang ia bahas tersebut.



Dari penjelasan definisi pada kalimat opini dan opini penulis tersebut, sudah terlihat perbedaannya. Namun, lebih jelasnya, dapat dilihat pada contoh soal berikut.

Contoh Soal:
(1) Pendidikan yang dulu diperjuangkan mati-matian oleh para pejuang kemerdekaan agar seluruh rakyat mendapatkan hak yang sama, ternyata masih milik segolongan orang tertentu. (2) Setiap tahun ajaran baru selalu muncul keganjilan berulang-ulang yakni kebingungan orang tua mencari sekolah untuk anaknya. (3) Ternyata keganjilan itu muncul karena masalah lama belum tuntas. (4) Standardisasi sekolah masih belum jelas sehingga menimbulkan kasta-kasta dalam pendidikan. (5) Sistem kasta tersebut membuat para orang tua berlomba-lomba untuk mendapatkan sekolah berkasta tinggi. (6) Bahkan, mereka rela mengeluarkan biaya besar agar anaknya bisa masuk di sekolah favorit. (7) Sementara, banyak siswa yang tidak bisa masuk ke sekolah favorit bukan karena kurang pandai, melainkan karena mereka tidak mampu membayar biaya sekolah yang tinggi. Inilah ironi pendidikan Indonesia.

UN TP 2011/2012 (E-57) NO. 5
Opini penulis dalam tajuk tersebut adalah ....
(A) Seluruh rakyat mendapatkan hak pendidikan yang sama.
(B) Pemerataan pendidikan telah diperjuangkan mati-matian.
(C) Pendidikan masih menjadi milik segolongan orang tertentu.
(D) Standardisasi pendidikan akan menimbulkan keganjilan.
(E) Sekolah berkasta tinggi memerlukan biaya yang tinggi

ANALISIS

  • Kalimat (1) merupakan kalimat opini karena terdapat kata “ternyata masih” yang menandakan pendapat dan belum tentu semua setuju dengan hal ini.
  • Kalimat (2) merupakan kalimat opini karena terdapat “selalu muncul”, padahal belum tentu.
  • Kalimat (3) juga merupakan kalimat opini karena masih menjelaskan kalimat (2).
  • Kalimat (4) merupakan kalimat opini karena terdapat frasa “masih belum jelas”.
  • Kalimat (5) merupakan kalimat opini, terlihat dari “para orang tua berlomba-lomba”, padahal belum tentu.
  • Kalimat (6) juga opini karena menambahkan kalimat (5).
  • Kalimat (7) jelas merupakan kalimat opini.

Dari penjelasan tersebut, terlihat kalimat (1) sampai kalimat (7) merupakan kalimat opini.

Lalu, bagaimana dengan opini penulis pada paragraf tersebut? Apakah semua itu merupakan opini dari si penulis? Tentu saja bukan.
Opini penulis pada paragraf tersebut hanya terdapat pada kalimat (1).


Kalimat (1) merupakan kesimpulan yang diambil oleh si penulis, sedangkan kalimat (2) sampai dengan kalimat (7) adalah penjabaran si penulis untuk menguatkan opini yang telah ia simpulkan pada kalimat (1). Pembuktian itu penulis jabarkan dengan memperlihatkan peristiwa/kejadian yang sudah/sedang terjadi pada saat ini.


Dalam paragraf tersebut terdiri dari tujuh kalimat. Ketujuh kalimat tersebut merupakan kalimat opini. Namun, ketujuh kalimat opini tersebut belum tentu merupakan opini dari si penulis. Opini penulis hanya terdapat pada kalimat pertama karena kalimat lainnya adalah penjelasan si penulis untuk menguatkan opininya. Dengan demikian, jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut adalah pilihan (C).

Kesimpulan:
Dari penjelasan tersebut, jelas perbedaan antara kalimat opini penulis dan kalimat opini berbeda. Dalam satu paragraf, semua kalimat merupakan opini. Namun, belum tentu itu semua juga merupakan opini penulis.

Catatan Tambahan:
Jika terdapat kesalahan dalam penjelasan di atas, saya mohon maaf. Saran, kritik atau pengoreksian dapat ditulis pada kolom komentar agar bisa saya tindak lanjuti. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar