Jumat, Juli 11

[Resensi Novel dan Film] The Fault In Our Stars by John Green


Judul: The Fault in Our Stars: Salahkan Bintang-Bintang
Penulis: John Green
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penyunting: Prisca Primasari
Proofreader: Yunni Yuliana M.
Desainer Sampul: BLUEgarden
Penerbit: Qanita (PT Mizan Pustaka)
Cetakan II, April 2013
Beli di Gramedia, Margonda
Harga 49k

Cover Belakang

Mengidap kanker pada umur 16 tahun pastilah terasa sebagai nasib sial, seolah bintang-bintang serta takdirlah yang patut disalahkan. Itulah yang dialami oleh Hazel Grace. Sudah begitu, ibunya terus memaksanya bergabung dengan kelompok penyemangat penderita kanker. Padahal, Hazel malas sekali.
Tapi, kelompok itu toh tak buruk-buruk amat. Di sana ada pasien bernama Augustus Waters. Cowok cakep, pintar, yang naksir Hazel dan menawarinya pergi ke Amsterdam untuk bertemu penulis pujaannya. Bersama Augustus, Hazel mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan.
Tetap saja, rasa nyeri selalu menuntut untuk dirasakan, seperti halnya kepedihan. Bisakah Augustus dan Hazel tetap optimistis menghadapi penyakit mereka, meskipun waktu yang mereka miliki semakin sedikit setiap harinya?
Novel ini membawa kita ke dunia para karakternya, yang sanggup menghadapi kesulitan dengan humor-humor dan kecerdasan. Di balik semua itu, terdapat renungan mengenai berharganya hidup dan bagaimana kita harus melewatinya


Berawal baca review seorang teman dan melihat rating di Goodreads yang luar biasa, bahkan mendekati sempurna, saya pun langsung bergegas membelinya di toko buku. Saya sangat penasaran dengan "hal" yang membuat buku ini mendapat begitu banyak bintang dan pujian. Apakah karena judulnya terdapat kata "bintang"? Oke, itu konyol... #selfkeplak.