Jumat, Agustus 8

Tips Pemakaian Nail Polish (Kutek) by Lia :p



Sudah lama mau share foto ini, tapi saya takut yang meliatnya malah jadi gagal fokus. Soalnya, punggung tangan saya sampai jari nggak ada indah-indahnya. LOL (menghina diri sendiri sebelum dihina oleh orang lain. :p).

Jadi, hobi pakai kutek atau sebutan kerennya nail polish ini sebenarnya baru berani saya kerjakan setahun lalu. :p Itupun cuma sebulan sekali ketika tamu bulanan wanita datang. Haha Yah, iseng-iseng aja sih, pakainya pun cenderung asal dan nggak rapi. Biarinlah, yang penting berani mencoba.

Langkah-langkahnya pun, ala-ala saya, jadi kalau ngasal ya maafkan... Eh tapi, udah baca-baca dan nonton youtube juga kok sebagai bahan referensi. Suer... So, here we go...
1. Biasakan membersihkan tangan terlebih dahulu. Setelah itu, sebelum pengaplikasian nail polish, sebaiknya menggunakan base coat supaya permukaan kuku lebih rata dan kuku terlindungi. Tunggu sampai kering. (Ket gambar: Saya memakai Crystal Base & Top Coat by Oriflame).
2. Setelah kering, aplikasikan deh tuh nail polish/kuteknya. Biasanya sih saya nggak hati-hati dan nggak teliti, jadinya terlihat berantakan seperti pada gambar. Tapi saya pikir, lebih baik nail polishnya keluar kuku daripada ada kuku yang nggak kena. (Ket gambar: Saya memakai Oriflame Pure Colour Nail Polish Ruby Pink by Oriflame).
3. Nah kan berantakan tuh. Kalau saya baca di artikel atau nonton youtube sih, sebelum kering, langsung buru-buru dibersihin pinggiran kukunya dengan cotton bud atau tusuk gigi. Tapi, karena saya nggak sabaran, akhirnya saya langsung keletek aja deh tuh pinggirannya supaya rapi. Nah, ini dia keuntungan pemakaian base coat sebelum nail polish. Ketika kering, base coat seperti plastik yang elastis sehingga tidak langsung menempel pada kuku dan kulit. Jadi, bisa dilepaskan hanya dengan dikeletek. Tentunya hanya pinggiran ya untuk merapikan nail polish yang sampai keluar-keluar itu. hehe Setelah mengering, jangan lupa kembali lapisi kuku kita dengan top coat supaya hasilnya lebih mengkilap. Produk Oriflame menjadikanya ringkas, base dan top dijadikan satu. hehe
4. Nah, bersihinnya pun gampang. Tinggal pake nail polish remover. Yang saya pake pada gambar juga dari Oriflame tanpa aceton. Inget ya, tanpa aceton. Aceton itu merusak kuku. Kuku kita bakal kering dan pinggiran kulit bisa lecet dan mengelupas lhoo... Pernah kan pinggiran kuku agak mengelupas dan sakit? Kurleb begitu deh jadinya nanti kalau pakai aceton.
Dari keempat langkah tersebut, ada point penting yang mesti diingat ketika nail polish-an.
  1. Selalu pakai base coat sebelum nail polish supaya kuku nggak rusak
  2. Tunggu lapisan pertama kering terlebih dahulu baru kemudian dilapisin lagi. Hal ini mencegah penggumpalan cat di kuku, jadi jelek keliatannya.
  3. Jangan pernah pakai remover yang mengandung aceton.
Oia, jangan asal pilih nail polish ya, warna bagus tapi kualitas jelek, sama aja kita nggak sayang kuku. Kan saya pernah pakai nail polish punya siswa, iseng-iseng aja sih pakainya, bagus sih warnanya, cerah gitu, tapi saya merasa permukaan kuku jadi panas ketika pakai itu. Saya tanya beli di mana dan harga berapa, dia jawab beli di abang-abang "kelotokan" (apalah namanya, di daerah saya sih kelotokan, hihi) dan harganya 3000-an. Gubraklah saya. Langsung buru-buru bersihin, untung bawa remover-nya. Hehe

Bukan bermaksud membandingkan produk itu murahan, produk ini mahalan ya. Tapi logikanya, semurah-murahnya nail polish, ya masa 3000-an, nggak curiga pakai bahan apaan? Jangan-jangan malah wantek. Ish sadis... hehehe Mendingan jelas Oriflame ke mana-mana kan?


Berbicara mengenai Oriflame, saya sangat suka memakai produk nail polish dari Oriflame ini. Selain bahannya pastinya aman, harganya juga terjangkau tapi tidak murahan ya. hehe (Setidaknya, termasuk harga yang wajar sebagai produk berkualitas lah). Apalagi saya sudah jadi member, lebih murah 30% dari harga katalog. hehe Trus awet lagi, ya iyalah secara pakainya cuma sebulan sekali. haha
Sebagai koleksi, saya mempunyai enam warna Oriflame Pure Colour Nail Polish, yaitu Glossy Taupe, Baby Pink, Ruby Pink, Clover Haze, Deep Plume, dan Nude Pink. So, kalau begitu, saya belum punya warna Pastel Pink, Lavender Shimmer, Sheer Cream, Red Classic, Berry Intense, Intense Pink, dan Coral Red. Hmm, oke baiklah, saatnya melengkapi koleksi saya. :p
Selain nail polish, tentunya saya juga pakai produk kelengkapan nail lainnya, seperti remover dan base top coat. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, base and top coat ini sangat penting untuk melindungi kuku dari kerusakan karena keseringan memakai nail polish. Selain melindungi, base and top coat juga membantu meratakan permukaan kuku sehingga terlihat lebih rapi, tentunya menambah kilau sehingga terlihat lebih indah. Meskipun saya bukan pemakai nail polish professional, saya masih pemula, tetapi setidaknya saya merasa puas dengan hasil yang saya kerjakan. hehe

Remover dari Oriflame juga menjadi produk kesayangan saya. Selain harum almond, pembersihannya pun cepat dan merata, tentunya bersahabat dengan kuku dooong... alias tidak merusak kuku karena tidak mengandung aceton. Tuh, kalau diperhatikan, remover dan base top coat saya sudah hampir habis. Makanya, sengaja saya foto dengan posisi mendatar supaya nggak terlalu terlihat kosongnya. hihihi

So, gimana? Saya harap sih bacaan ini dapat memberikan informasi tambahan tentang masalah kuku dan nail polish. Jangan sampai asal dalam memilih produk ya, apalagi ini untuk diri sendiri. Ya kan? Ya kan? :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar