Rabu, September 3

Kamu: Dermaga Terakhirku (InsyaAllah)

Kamu....
Ya kamu...

Kamu adalah lelaki yang paling sabar di antara lelaki yang pernah singgah di kehidupanku.

Kamu adalah lelaki yang selalu menuruti segala keinginanku di antara lelaki lain yang pernah mendampingiku.

Kamu adalah lelaki yang sering menunjukkan rasa sayang dan cinta secara langsung tanpa kode, tanpa embel-embel gengsi ataupun sejenisnya dibanding lelaki lain yang pernah ada di hari-hariku.

Bukan membandingkan, bukan memuji, melainkan aku hanya ingin bersyukur... Bersyukur karena (akhirnya) dipertemukan olehmu. Ke mana kamu selama ini? Kenapa baru sekarang? Kenapa tidak sejak dari dulu saja agar aku tidak terlalu lelah dan salah dalam menemukan dermaga yang tepat?

Terima kasih ya sudah menjadi lelaki seperti keinginanku di masa muda, di mana aku berharap ada seseorang yang mencintai, menyayangi tanpa gengsi dan langsung menunjukkan kasih sayangnya serta selalu ada setiap aku membutuhkan.