Senin, Maret 30

[Resensi Novel] Jane Eyre by Charlotte Brontë

Judul : Jane Eyre
Penulis : Charlotte Bronte
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2010


Jane Eyre adalah salah satu karya fiksi klasik terpopuler sepanjang masa. Walaupun miskin dan tidak cantik, Jane memiliki jiwa dan semangat yang tak terkalahkan, serta kecerdasan dan keberanian besar. Sebagai anak yatim-piatu, Jane menghabiskan masa kecilnya bersama keluarga bibinya yang kejam. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Lowood, dia bekerja sebagai pengajar bagi anak perempuan Mr. Rochester, seorang tuan tanah yang sinis dan misterius. Padang belantara Yorkshire menjadi latar belakang kisah cinta yang lambat laun berkembang antara Jane Eyre dan Mr. Rochester, namun begitu banyak rintangan dan tragedi yang mesti dihadapi, perpisahan yang mesti dijalani sebelum mereka bisa bertemu lagi.




RESENSI

Beberapa bulan lalu sempat coba baca novel ini, tetapi karena bahasanya pada awal buku begitu tak menarik, saya pun menghentikannya. Nah, akhirnya, saya kembali mencoba membacanya. Memang tadinya sama saja dengan dulu, agak membosankan pada bagian awal dan sempat kembali ingin berhenti. Akhirnya pada bab 1, saya coba dengan membaca cepat. Barulah saya mulai mengerti dan memahami gaya bahasa si pengarang.

Menjelang pertengahan, ketika di sekolah asrama, saya mulai menikmati alurnya, bahkan menangis oleh beberapa konflik. Tetapi lebih menarik lagi ketika pertengahan menuju akhir.

Saya gregetan dengan sikap eksentrik Mr. Rochester, baru tau ternyata yang disebut dengan eksentrik seperti itu. hehehe Lalu saya pun geleng-geleng kepala dengan keputusan Jane Eyre setelah mengetahui fakta dan bersikeras tak mau terlena dengan cinta. Takjub deh dengan sifat Jane Eyre dalam menghadapi kehidupan. Cerdas.

Endingnya yang tak terduga membuat saya mengerti apa itu cinta sejati. Love love deh ah...

Namun, saya tidak bisa memberikan nilai sempurna karena terlalu banyak narasi yang membuat saya men-skip banyak paragraf dan langsung mencari lanjutan cerita atau dialog yang berkaitan.

Btw, setiap orang yang melihat saya membaca novel ini, pasti deh langsung berkomentar mengenai ketebalannya. Iya memang, tebal sekali sehingga durasi membaca novel ini berhari-hari, bahkan dua hari sempat tidak saya sentuh sama sekali karena bepergian dan terlalu berat untuk dibawa. hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar