Minggu, April 19

[Resensi Novel] The Casual Vacancy - Perebutan Kursi Kosong by J. K. Rowling

Ketika Barry Fairbrother meninggal di usianya yang baru awal empat puluhan, penduduk kota Pagford sangat terkejut.

Dari luar, Pagford terlihat seperti kota kecil yang damai khas Inggris, dengan Alun-alun, jalanan berbatu, dan biara kuno. Tetapi, di balik wajah nan indah itu, tersembunyi perang yang berkecamuk.
Si kaya melawan si miskin, remaja melawan orangtua, istri melawan suami, guru melawan murid... Pagford tak seindah yang dilihat dari luar.

Dan kursi kosong yang ditinggalkan Barry di jajaran Dewan Kota menjadi pemicu perang terdahsyat yang pernah terjadi di kota kecil itu. Siapakah yang akan menang dalam pemilihan anggota dewan yang dikotori oleh nafsu, penipuan, dan pengungkapan rahasia-rahasia tak terduga ini?

Resensi

Waaah, endingnya sungguh full... Saya hampir tidak bernapas dari beberapa halaman akhir, setelah pesta ulang tahun Howard. Begitu cepat alur berlangsung dan begitu banyak rentetan adegan yang saling terkait.

Pertama kali membuka buku ini, saya sudah menjauhkan pikiran saya tentang Harry Potter karena banyak yang kecewa ketika menyamakan buku ini dengan Harpot. Akhirnya, saya mulai membaca dan melupakan bahwa penulis buku ini adalah J. K. Rowling.

Minggu, April 12

[Resensi Novel] We Versus the World by Stanley Meulen

Setelah putus dari Sera Karina, Jeremy Mulen kini menemukan dirinya terjebak dalam sebuah perasaan cinta yang sangat dalam terhadap Sera. Ia merasa bahwa hatinya kini tak bisa ke mana-mana lagi. Tapi, cinta mereka memang penuh dengan liku dan kerumitan. Tak lama setelah mereka balikan sebagai sepasang kekasih, Sera kembali lagi pergi, menjauh dari Jeremy.

Dunia berubah, hidup berubah, Sera pun berubah. Ia lulus dari SMA, bertambah dewasa dan misterius. Sera telah memiliki dunianya sendiri, melupakan masa lalunya dengan Jeremy. Sampai suatu hari, Jere mendapat kabar bahwa Sera hilang. Jeremy yang baru saja kehilangan ibunda tercinta, kini harus masuk ke fase terkelam dalam hidupnya. Ia pun harus memilih antara Sera atau Zabrina, wanita lain yang datang mengisi hatinya. 

Akankah ia memutuskan untuk menolong Sera? Lalu, siapakah yang akan ia pilih, Sera atau Zabrina? Masuki bagian tergelap dari hidup seorang Jeremy Mulen dan temukanlah sesungguhnya dari cinta. 

Resensi

Hmm, awalnya bingung mau ngasih bintang berapa. Akhirnya saya putuskan memberi bintang dua dari lima. Cerita pada buku ini mudah diikuti, lebih seperti buku harian. Saya cukup menikmati cara penulis bercerita, meskipun terganggu dengan susunan kalimat dan pemenggalan kata yang salah. Tapi itu nantilah saya bahas belakangan.

Awalnya, baca buku ini karena barter minjem novel sama siswa. Seorang siswa ingin meminjam salah satu novel saya, lalu saya pun meminjam novel yang ia punya. Dari cara dia mendeskripsikan buku ini, sepertinya buku ini bagus, apalagi dia bilang, buku ini adalah buku kedua dari buku pertamanya yang akan segera ditayangkan filmnya. 

Minggu, April 5

[Resensi Novel] All You Can Eat by Christian Simamora


Judul : All You Can Eat
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Gagas Media

Bukan.... ini bukan cerita tentang makanan yang bisa kamu makan sepuasnya dengan hanya membayar biaya flat. Ini tentang cinta. Kisah cinta, tepatnya.

Akhirnya bisa juga selesai dengan dibaca, bukan di-skip. Saya sempat merasa nggak perlu lanjut baca dari mulai Sarah dan Jandro akhirnya bertemu karena kurang lebih sudah tau ending ceritanya bakal seperti apa. Tapi akhirnya, saya paksakan diri membaca sampai akhir, Alhamdulillah selesai sudah.