Minggu, Maret 15, 2015

[Resensi Novel] Trilogi The Hunger Games by Suzanne Collins

Posted by tuslia on 3/15/2015 10:14:00 PM with No comments
THE HUNGER GAMES (TRILOGI 1)

Sinopsis

Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

Resensi

Senin, Maret 09, 2015

[Resensi Novel] Wonder by R. J. Palacio

Posted by tuslia on 3/09/2015 06:44:00 PM with No comments
Judul : Wonder
Penulis : R. J. Palacio
Penerjemah : Harisa Permatasari
Penerbit : Atria
ISBN : 9789790245082
Cetakan : 1, September 2012
Tebal Buku : 430 halaman
Harga : 49.900


DON’T JUDGE A BOY BY HIS FACE
“Kuharap, setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng.”

August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis, sebuah kondisi rumit

yang membuat wajahnya tampak tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan luarnya tetap saja terlihat berbeda. Namun, bagi segelintir orang yang mengenalnya,

dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan pemberani.

Kamis, Oktober 02, 2014

Dear Sahabat

Posted by tuslia on 10/02/2014 03:31:00 PM with No comments
Dulu... Kita selalu bersama
Tawa, canda, bahkan airmata kita bagi rata
Agar bahagia melingkupi kita
Agar duka berganti asa

Lalu, keadaan menjadi keruh
Akupun menjauh
Berharap kalian mengerti
Malah salah arti
Maaf, jika akhirnya aku memilih pergi

Bukan, bukan karena rasa bersalah
Tapi karena menyerah
Tersadar dari kenyataan
Tempatku telah tergantikan




Catatan:

Dear para sahabat, jika kalian tidak dapat menerima seseorang yang baru di sisiku karena lebih dulu mengenal masa laluku, satu hal yang perlu kuingatkan kembali kepada kalian bahwa kalian lebih dulu mengenal aku daripada masa laluku itu.

Terima kasih atas persahabatan kita selama ini. Aku berharap dapat kembali bersama kalian. Suatu hari nanti. Setelah kalian dapat menerima masa depanku. :)

Rabu, September 03, 2014

Kamu: Dermaga Terakhirku (InsyaAllah)

Posted by tuslia on 9/03/2014 11:06:00 AM with 1 comment
Kamu....
Ya kamu...

Kamu adalah lelaki yang paling sabar di antara lelaki yang pernah singgah di kehidupanku.

Kamu adalah lelaki yang selalu menuruti segala keinginanku di antara lelaki lain yang pernah mendampingiku.

Kamu adalah lelaki yang sering menunjukkan rasa sayang dan cinta secara langsung tanpa kode, tanpa embel-embel gengsi ataupun sejenisnya dibanding lelaki lain yang pernah ada di hari-hariku.

Bukan membandingkan, bukan memuji, melainkan aku hanya ingin bersyukur... Bersyukur karena (akhirnya) dipertemukan olehmu. Ke mana kamu selama ini? Kenapa baru sekarang? Kenapa tidak sejak dari dulu saja agar aku tidak terlalu lelah dan salah dalam menemukan dermaga yang tepat?

Terima kasih ya sudah menjadi lelaki seperti keinginanku di masa muda, di mana aku berharap ada seseorang yang mencintai, menyayangi tanpa gengsi dan langsung menunjukkan kasih sayangnya serta selalu ada setiap aku membutuhkan.

Jumat, Agustus 08, 2014

Tips Pemakaian Nail Polish (Kutek) by Lia :p

Posted by tuslia on 8/08/2014 12:42:00 AM with No comments


Sudah lama mau share foto ini, tapi saya takut yang ngeliatnya malah jadi gagal fokus. Soalnya, punggung tangan saya sampai jari nggak ada indah-indahnya. LOL (menghina diri sendiri sebelum dihina oleh orang lain. :p).

Jadi, hobi pakai kutek atau sebutan kerennya nail polish ini sebenarnya baru berani saya kerjakan setahun lalu. :p Itupun cuma sebulan sekali ketika tamu bulanan wanita datang. Haha Yah, iseng-iseng aja sih, pakainya pun cenderung asal dan nggak rapi. Biarinlah, yang penting berani mencoba.

Langkah-langkahnya pun, ala-ala saya, jadi kalau ngasal ya maafkan... Eh tapi, udah baca-baca dan nonton youtube juga kok sebagai bahan referensi. Suer... So, here we go...