Jumat, Juni 3

Hobi Pingsan? Kenali Tanda-tandanya dan Ucapkan "Selamat Tinggal Jatuh"

Google: pingsan
Dalam KBBI, pingsan merupakan kata kerja yang bermakna tidak sadar atau tidak ingat, sedangkan hobi bermakna kegemaran. Jadi hobi pingsan adalah gemar pingsan dong! halah gitu aja pake gue jelasin, haha (sengaja, biar rada panjangan sedikit tulisan ini).
Mungkin kalau kalian pernah ngeliat gue, kenal gue, kalian nggak akan menyangka kalau dulu gue sering pingsan ketika upacara bendera tiap hari Senin. Secara badan gue ini nggak bisa dibilang kurus (tapi nggak gemuk-gemuk bangetlah), seharusnya daya tahan tubuh gue juga lebih kuat dibanding orang-orang yang berbadan kurus. Tapi, yah, beginilah kenyataannya, pas gue SD dan SMP, gue terkenal sebagai siswa yang hobi pingsan, apalagi di kalangan petugas kesehatan. Sebenarnya kasian sama mereka, soalnya mereka memerlukan beberapa orang untuk mengangkat tubuh gue yang "mungil" ini.



Lalu pas SMA, apakah gue sering pingsan? Jawabannya, enggak. Lho kok bisa? Padahal kondisi gue sama aja lho dari SD dan SMP, yaitu darah rendah yang suka kumat kalau terlalu lama terkena sinar matahari, apalagi jika berdiri dengan posisi yang sama selama beberapa waktu. Terus kenapa pas SMA gue udah jarang pingsan? Jujur, pas SMA pernah sekali dua kali gue pingsan, yah tapi nggak sesering ketika SD dan SMP lah :p. Yak, jawabannya adalah karena gue udah berpengalaman.


Sebagai manusia, tentunya kita akan belajar dari pengalaman dong. Kalau misal, kita lewat di suatu jalan, terus tiba-tiba kaki kita masuk ke dalam lubang, pasti esok harinya kita nggak akan terperosok dalam lubang yang sama karena pasti kita akan mengindari lubang tersebut. Nah, begitulah, gue belajar dari kasus pingsan selama SD dan SMP.

Jadi, gue harus tau atau sadar dulu penyebab gue pingsan, yaitu darah rendah gue kumat. Nah, kumatnya darah rendah itu juga harus gue ketahui sebabnya. Sebab pertama yaitu setiap gue nggak sarapan sebelum ke sekolah, kedua setiap gue berdiri lama di teriknya sinar matahari. Nah, dari hal tersebut, gue berusaha untuk selalu sarapan setiap sebelum berangkat sekolah dan berusaha nyari tempat berdiri yang agak teduh ketika baris upacara. Nah, untungnya pas SMA, sebagian lapangan upacara ada beberapa lahan yang teduh karena sinar matahari tertutup dengan bangunan tingkat 3 sekolah gue.

Oke, semua itu emang bisa diakalin supaya nggak pingsan. Lalu bagaimana kalau misalnya gue nggak sempat sarapan dan gue telat ke lapangan jadinya dapet tempat berdiri yang puanasss??? Pertama, gue berdoa semoga darah rendah gue nggak kumat, haha (karena emang darah rendah yang mengakibatkan gue pingsan itu nggak selalu datang dalam keadaan dua hal itu kok). Tapi bagaimana kalau darah rendah kumat? Semuanya bisa diatur sehingga meskipun darah rendah kumat, gue nggak sampai jatuh pingsan dan menggemparkan upacara, yaitu dengan cara mengetahui tanda-tanda prapingsan.

Prapingsan? Maksudnya adalah tanda-tanda sebelum pingsan.

"Jadi pingsan ada tanda-tandanya ya? Gue kira langsung jatuh gitu aja," beberapa kali gue dengar komentar ini dari temen-teman gue -___-. Yaiyalaaah.... pingsan pasti ada tanda-tandanya.

Tanda-tanda sebelum pingsan seperti ini
  • Pertama gue ngerasain badan gue lemes banget dan kaki mulai terasa pegal
  • Kedua mata mulai kunang-kunang (kayak ada pantulan-pantulan segaris cahaya yang makin lama makin menghapus pandangan jadinya terang banget).
  • Ketiga mulai deh pendengaran jadi berdengung (awalnya cuma berupa dengungan sound system yang jauh, lama-lama dengungannya terasa dekat telinga).


Setelah tahapan semua itu, biasanya kaki gue yang tadinya terasa pegal, mulai terasa lemas dan akhirnya dengung di kuping makin kenceng dan pandangan yang tadinya terang langsung jadi gelap. Abis itu, "Bum!!!" (oke, gue lebay, badan gue kan nggak seberat itu, jadi bunyinya nggak begitu juga) Yah, maka jatuh bebaslah gue ke lapangan aspal.

Yang namanya jatuh pasti sakit, kan? Kalau jatuh agak ke samping dengan lengan tertiban kepala mungkin tidak terasa sakit, tapi coba kalau jatuhnya ke belakang, dengan belakang kepala terantuk aspal atau jatuh ke depan dengan dagu yang terantuk aspal? Pasti sakit! Nah, ketiga posisi itu yang paling sering jadi posisi gue jatuh. Apakah gue merasa sakit? Jawabannya ENGGAK. Gue sama sekali nggak merasa sakit. Mungkin karena setengah sadar atau sama sekali nggak sadar, jadi terantuknya kepala atau dagu gue itu nggak membuat gue terasa sakit. Bahkan setelah gue sadar penuh, gue nggak merasa sakit lho, lecet pun enggak. Aneh memang dan gue nggak pernah tau kenapa bisa begitu.

Kesadaran setengah atau penuh ketika pingsan berbeda pada setiap kasus pingsan. Kadang gue masih bisa ngerasain jatuh ke aspal atau kadang gue nggak sadarkan diri total selama beberapa detik kemudian baru setengah sadar. Pernah juga gue pingsan total, baru sadar penuh ketika di UKS dan dikasih minyak kayu putih di depan hidung gue. Namun, seringnya, gue ngerasain pingsan setengah sadar, jadi ketika gue diangkat oleh petugas atau guru, gue masih ngerasain sentuhan mereka dan gue tau kalau sekeliling gue ngeliatin. Cuma mata terasa berat untuk membuka secara utuh dan tubuh gue lemes banget jadi pasrah dibawa ke mana aja.

Nah, setelah gue tau tanda-tanda prapingsan, akhirnya gue melakukan sebuah trik agar gue nggak jatuh lagi. Karena setelah gue pikir-pikir, bahaya juga kalau gue jatuh terus, ngerinya di dekat gue ada benda tajam dan nggak sadar terkena badan gue, kan berabe. Makanya setelah nyokap (ternyata turunan pingsan dari nyokap) ngasih saran untuk menghindari pingsan, gue pun mempraktekkannya.

Jadi, yang gue lakukan seperti ini. Tadi kan gue udah tau ciri-ciri pingsan, jadi pas gue udah ngerasain badan udah nggak enak, mata mulai kunang-kunang, gue langsung ke belakang lapangan dan deketin petugas kesehatan untuk izin ke UKS, aman deh. Selain itu, kalau emang gue udah nggak kuat untuk ke belakang karena telinga gue udah mulai berdengung parah, gue akan jongkok. Yupsss.... Jongkok merupakan obat paling mujarab untuk mengindari pingsan. Itupun kalau gue dalam keadaan berdiri. Kalau nggak jongkok, yah duduk ngedeprok aja gitu di lapangan. Biarin temen-temen pada ngeliatin, nanti juga disamperin sama petugas kesehatan dan dibawa ke ruang UKS. Toh, kalau gue jatuh, gue bakal lebih menarik perhatian temen-temen lebih banyak kan. Jadi, gue sih pede aja jongkok di tengah-tengah mereka.

Inti dari tulisan ini adalah gue pengen ngasih tau tanda-tanda prapingsan, jadi ketika kalian ngerasain tanda-tanda seperti itu, mending langsung jongkok dan menenangkan diri dulu sampai dengung di kuping dan penglihatan udah kembali ke semula. Sekarang bayangin aja, jika kalian hobi pingsan, terus tau-tau ketika kalian berada dalam keramaian atau teriknya mentari yang di sekeliling kalian orang asing alias nggak kenal, gimana coba? Syukur-syukur kalau ada orang baik yang nolongin? Lha, kalau harta benda kalian yang diambil gimana? Makanya cara ini sangat jitu untuk mencegah kalian jatuh pingsan dan jadi perhatian banyak orang.

Oh iya, mungkin penyebab orang pingsan berbeda-beda. Kalau yang gue ceritain di atas penyebabnya karena darah rendah. Soalnya ada juga kan pingsan karena kaget. Nah, kalau ini gue nggak tau rasanya makanya gue bingung cara ini bisa dilakuin apa nggak, soalnya kan kalau kaget biasanya pingsannya refleks dan jatuh gitu aja. Sedangkan pingsan yang gue rasakan itu kan masih bisa diperkirakan dan prosesnya bertahap, jadi masih ada pencegahan. hehe Tapi, kalau pingsan karena sakit, gue rasa masih bisa pakai cara ini, soalnya kan pasti rasanya bertahap juga.

Nah, itu sedikit penjelasan gue tentang tanda-tanda prapingsan dan rasanya pingsan seperti apa. Gue juga sedikit kasih saran kalian jongkok untuk menghindar dari jatuh yang bisa mengakibatkan kalian cedera. Oleh karena itu, jika tiba-tiba kalian merasakan salah satu tanda dari yang gue sebutkan di atas (karena tiap orang kemungkinan tahapannya beda, bisa berdengung baru kunang-kunang atau sebaliknya), lebih baik kalian langsung jongkok sampai keadaan tubuh kalian kembali normal.

Namun, jangan jongkok sembarangan. Kalau di tempat umum, kalian juga harus menepi, entah di warung atau trotoar. Setidaknya jika dengan berjongkok atau duduk kalian tetep pingsan, kan tubuh kalian tidak mengalami sentakan yang kuat dengan benda keras. jadi cara ini tetap yang paling aman. Nah, kalian baru boleh berdiri kembali jika keadaan tubuh kalian benar-benar sudah kembali normal. Dan ingat, jangan langsung tiba-tiba berdiri, tapi berdiri dengan perlahan-lahan. Karena sentakan yang kuat atau berdiri mendadak, bisa mengakibatkan keseimbangan kalian oleng atau bahkan kembali berkunang-kunang dan pingsan, kan sama aja jadinya -___-.

Oke deh, sedikit tips dari gue, semoga bermanfaat ya... Perlu ditekankan di sini, tulisan ini gue buat bukan berdasarkan dunia kesehatan, gue sendiri tau cara jongkok dari nyokap, dan tanda-tandanya tau sendiri dari pengalaman langsung. Jadi, jika ada orang yang  berpendapat berbeda dan di dunia medis beda lagi, ya itu wajar. Toh, gue menulis ini nggak berdasarkan medis kok. :p Namun, semua ini berdasarkan pengalaman dan logika. Jadi, terserah kalian, saran ini mau dilakuin apa nggak. Gue sebagai orang yang berpengalaman  (pengalaman pingsan kok bangga? -___-) hanya sekedar membagi informasi karena sepertinya masih banyak orang yang belum pernah merasakan pingsan. Iya kan??? :D


Oh iya, tulisan ini terinspirasi dari sahabat gue yang cerita ketika dia pingsan untuk pertama kalinya tapi saat itu lagi nggak ada orang di rumahnya. Jadi, pas dia bangun, dia masih di posisi yang sama, yaitu di ruang tamu. Untung aja di rumah karena sebelumnya dia mulai ngerasa tanda-tanda prapingsan itu pas lagi di luar membeli sesuatu di warung. Abis beli, mulai terasa tanda-tanda di atas, akhirnya dia cepat-cepat pulang ke rumah. Nah, ini caranya salah, kalo tiba-tiba dia jatuh di jalan gimana? Terus siswa gue di bimbel juga cerita tentang tanda-tanda di atas yang dia rasain ketika sedang rukuk, dia langsung batalin solat dan duduk, seketika gejala itu hilang. Makanya gue beranggapan masih banyak orang awam yang nggak tau tanda-tanda prapingsan, untuk itu gue tulis pengalaman gue di sini. Sekali lagi, semoga bermanfaat. :) 

Itu aja info dari gue, jika ada yang merasakan tanda-tanda pingsan yang berbeda atau mempunyai saran lain dalam mencegah jatuh ketika prapingsan, boleh mengisi komentar untuk nambah-nambah pengetahuan gue juga. hehe 


Dan jangan lupa untuk membaca postingan gue lainnya yang juga masih berhubungan dengan pingsan. Judulnya Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan.


Sekian dan terima komentar... :) 

15 komentar:

  1. haha,, iya betul sekali,, ciri prapingsannya,, aku sering tuh ngerasain hal serupa kaya gitu. aku juga hoby banget ke UKS. ahahaha,, sampe sampe kalo aku gak ke UKS temen ku nanya, "kenapa gak ke UKS?" haha.. thanx ya post nya.. ^^

    BalasHapus
  2. Iya sama-sama... :)
    Semoga bermanfaat yaa...

    BalasHapus
  3. wah makasih banget ya infonya :D waktu itu aku juga hampir aja mau pingsan untungya ada guru yang liat akhirnya dibawa ke uks deh. haha malu banget diliatin anak" sesekolah :D tapi kalau makan permen atau neken jempol kaki kuat kuat katanya sih juga bisa nahann biar gak pingsan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih masukannya.... makan permen atau menekan jempol kaki yaaa...

      Terima kasih sudah berkomentar. :)

      Hapus
  4. iya bener bgt,aku pingsan waktu upacara malu banget waktu itu jadi pusat perhatian temen-temen dan guru waktu upacara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi itu bikin kamu eksis lhoo... Jadi terkenal, "Itu lho si A yang pingsan kemariiin..." hehehe

      Hapus
  5. Klu gue hampir mau pingsan karena shock.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kalo ini nggak tau ciri-cirinya apa? Soalnya kalo shock bukannya langsung atau mendadak ya? hehehe

      Terima kasih sudah berkomentar. :)

      Hapus
  6. Cerita ini hanyalah Fiktif belaka
    apabila terdapat kesamaan nama Tokoh dsb,
    itu hanya kebetulan atau tidak disengaja...

    saya akhiri Wabilahitofiq Wal Hidayah
    Wassalamualaikum Wr/wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kisah nyata kok, namanya juga tips dari pengalaman. hehe

      Terima kasih sudah berkomentar ya. :)

      Hapus
  7. Tapi tanda-tandanya beda yg ku alami, aku pingsan karna ada penyakit EPILEPSI, ASMA, tanda-tanda yang ku alami adalah mual, pusing, keringat dingin, tangan dan kaki kaku, napas sesak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. Mungkin berbeda tanda-tandanya jika sebabnya juga berbeda. Seperti shock, kan mendadak, pastinya tidak bisa diketahui ciri-cirinya, langsung saja jatuh. Begitupun jika kamu epilepsi dan asma seperti itu. Kalau yang aku ceritakan di atas, berdasarkan pengalaman karena memang darah renda, nggak sarapan, ataupun kecapean.

      Terima kasih ya sudah berkomentar... :)

      Hapus
  8. Kalau Seingat saya, saya belum pernah pingsan, tapi saya pernah hampir ngerasa mau pingsan saat grogi berlebihan. Thanks cerita dan artikenya sangat menyenangkan untuk di baca :-) salam kenal

    BalasHapus
  9. lah kalo jadi petugas upacara ?

    BalasHapus